27 Februari 2011

Trip To PLTU 3 Babel 2x30 MW

PLTU 3 Babel dimulai pendiriannya pada tanggal 28 April 2009, dengan pemancangan tiang pertama yang dihadiri oeh pejabat-pejabat baik dari Pemerintah Provinsi Kep. bangka Belitung, juga di hadiri oleh Pejabat dari PT. PLN persero,
Perjalanan ini sudah lama saya lakukan, tepatnya tanggal 19 Desember 2010, baru kali ini saja sempat untuk menuliskannya, dengan berbekal memori yang masih tersisa dan tentu saja kumpulan foto yang saya jepret sepanjang perjalanan. Jadi keadaan yang ada di tulisan ini keadaan yang menunjukan saat itu, semoga kondisi jalan yang akan saya ceritakan kemudian sudah berubah lebih baik lagi.
Dari Pangkalpinang, saya menuju ke arah utara, sekitar 6 km kita akan memasuki desa Baturusa. Dua Jembatan yang melintasi sungai yang sama, tegak berdiri membentang sungai yang bermuara pada Pantai Pasir Padi, jarak antara kedua jembatan ini sekitar 3 km.
Jalan masuk proyek PLTU berada di depan Polsek Merawang, dengan sebuah tempat peribadatan dengan warna merah mencolok sebagai pintu masuknya.
Suguhan pertama begitu anda memasuki jalan ini adalah lobang besar yang menganga di depan sebuah lokasi pembuatan batako, tak jauh dari tempat peribadatan di pintu masuk. Jalan berlubang dan menganga lebar tak berhenti sampai di sini saja, sekitar 1 km ke depan, anda akan disuguhi jalan yang akan membuat mobil atau motor anda terguncang-guncang dengan hebat. Kendaraan sejenis sedan sangat tidak disarankan melewati jalan ini.
Si Tibu motor saya pun tak kalah terguncang-guncangnya ketika melewati jalan ini. Ada view menarik di rute ini, semacam danau yang berasal dari bekas galian tambang timah tempo dulu.
Jalan aspal yang mulus hanya bisa saya jumpai di perkampungan, begitu perkampungan warga habis, habis pula jalan aspal mulus, digantikan kembali dengan jalan aspal yang penuh lubang.

Sampai di suatu pertigaan, ada petunjuk untuk berbelok ke kanan yang menunjukkan bahwa lokasi PLTU masih 7,7 km. Koordinat pertigaan ini adalah -2.016862,106.144152 (2.016862 LS dan 106.144152 BT).
Dari pertigaan ini, jika mengambil jalan yang sebelah kiri kita akan sampai di objek Wisata bahari Pantai Air Anyir, sebuah objek wisata dengan pantai yang sangat landai, dengan ombak yang tenang, tipikal pantai-pantai yang ada di Pulau Bangka.
Dari sini kita mengarah ke Selatan, menyusuri jalan yang sebelas dua belas dengan jalan yang saya lewati sebelumnya. Menyusuri kebun-kebun warga sekitar, yang ditanami tanaman karet, tak jarang pula hanya semak belukar. Di ujung kebun ini ternyata masih terdapat perumahan warga, mungkin yang terakhir sebelum sampai lokasi proyek.
Sampai ke perumahan warga terakhir inilah, maka berakhir pula jalan yang berasal, dari sini kita hanya akan menemui jalan tanah yang untungnya sudah diperkeras. Di situ pula terdapat petunjuk jalan lagi yang menyebutkan bahwa saya masih 4,2 km lagi untuk menuju PLTU 3 Babel
Dari titik ini, saya hanya menemui jalan gravel, yang saat saya lewati begitu becek karena baru saja diguyur hujan.
Koordinat penanda ujung kampung ini adalah -2.047827,106.149473 (2.047827 LS dan106.149473 BT)

di ujung jalan ini kita akan menemukan petunjuk jarak berikutnya, dan ternyata PLTU masih 3 km lagi, wah udah dekat nih,..










Dari petunjuk jalan ini, saya melewati hamparan semak belukar yang tak nampak satu pun pohon yang tinggi, hanya berupa semak belukar setinggi kurang dari tinggi manusia dewasa, kecuali itu rupanya ada satu rumah warga yang berada tak jauh dari lokasi penanda terakhir ini, kok berani ya bikin rumah tanpa tetangga, benar-benar jauh dari mana-mana.

Setelah melewati hamparan semak belukar yang lumayan panjang, dengan gravel roadnya, saya segera sampai di pertigaan terakhir menuju lokasi proyek PLTU 3 Babel.

Tampak di foto, tiang-tiang penyangga trafo telah berdiri, begitu juga tiang-tiang listrik yang akan menyalurkan energi listrik yang sangat diharapkan warga Bangka. (klik gambar untuk mencari tahu lokasinya)
Lokasi proyek PLTU adalah jalan yang sebelah kiri. Saya tidak dapat mendapatkan gambar lebih lanjut, karena di lokasi tersebut ada gambar kamera dicoret, alias no taking picture.
Tak mau rugi, saya akhirnya menyambangi lokasi Jembatan Baturusa 3. Sebuah jembatan baja kokoh yang melintasi Sungai Baturusa yang sebelumnya sudah ada dua jembatan yang melintasinya (dari cerita awal ini)
Berikut foto-fotonya (klik gambar untuk memperoleh detail lokasinya). Di sini juga saya akhirnya mendapat foto PLTU 3 babel yang masih dalam proses pengerjaan, walaupun dari jauh :)



Jembatan ini masih belum jelas menembus kemana di kota Pangkalpinang, karena di seberang jembatan masih berupa hutan yang belum dibuka. Saya hanya bisa meraba-raba saja mencari tahu citra satelit lewat maps.google.com
Karena hari telah sore, saya pun kembali ke Pangkalpinang. Ingin saya menyambanginya lagi, kalau jalan sudah mulus perjalanan akan lebih bisa dinikmati.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar