20 Februari 2013

Review Helm Fly Trekker Dual Sport


Alhamdulillah diberi rezeki oleh Gusti ALLAH SWT saya akhirnya berhasil meminang helm yang ciamik banget menurut saya, baik dari sisi modelnya maupun sisi harga dibandingkan helm sejenis yang jauh lebih mahal.

foto waktu pertama kali datang
buku petunjuk

Helm ini saya tebus dari seorang penjual di Amerika (lupa negara bagian mana) melalui teman saya yang menyediakan jasa pembelian dari situs ebay. Jasa teman saya ini saya gunakan karena saya tidak paham alias gaptek mengenai jual beli antar negara, dengan fee jasa 3% dan ongkir yang hampir seperempat dari harga helm ini.

tampak samping
Helm ini sangat nyaman digunakan dengan busa tebal dan kain yang lembut. Sayangnya karena terlalu ketat kacamat hitam saya tidak bisa digunakan, pernah sekali dua kali saya paksakan sih bisa, tapi eman-eman kacamatanya akhirnya sering nggak pakai kacamata saat turing. Fitur kaca bening sangat membantu saat riding malam hari maupun siang hari.

mejeng saat istirahat
Helm produksi Taiwan ini nggak ada emboss SNInya, tetapi tentunya sudah disertifikasi DOT dan ECE, standar yang dipakai di Amerika Serikat dan Eropa. Helm ini menggunakan sistem penguncian Double D Ring yang terbukti lebih aman dan digunakan pada helm-helm pembalap profesional.

Double D Ring
Helm ini memiliki lima ventilasi input yang bisa dibuka tutup, dan empat ventilasi output di bagian belakang.

ventilasi bagian mulut yang cukup besar
Lima ventiasi input berupa (1) ventilasi besar di bagian mulut, untuk mengurangi pengembunan saat bernafas di kala cuaca hujan dan dingin, (2-3) ventilasi kecil di bagian ubun-ubun, yang diatur masing-masing dengan tombol kecil.

vetilasi atas, bagian kanan
(4-5) ventilasi yang berada di bagian belakang kepala dekat ubun-ubun yang diatur dengan satu tombol untuk membuka dan menutup dua ventilasi ini. Ada juga ventilasi kecil dibagian rahang, kanan kiri masing-masing.

vetilasi atas belakang, dengan satu tombol
Ventilasi bagian belakang, membuat sirkulasi udara di dalam helm sangat lancar. Juga pola bagian belakang ini kompatible jika dipasangi goggle, goggle nggak lari kemana2 karena ada jalurnya.
empat ventilasi belakang
Ada ventilasi kecil di bagian rahang.
ventilasi kecil
ada fitur penyetel kedudukan pet
Helm model ini sangat cocok untuk touring, seperti yang sudah saya posting tentang bebagai macam jenis helm di sini. Visornya sangat mudah digunakan walaupun sedang menggunakan sarung tangan, karena ada tonjolan besar tempat jari dengan mudah membuka-tutup visor. Visornya juga anti-gores, sampai saat ini sekitar lima bulan sejak beli, belum ada satu goresan pun di permukaan visor.

bagian dalam helm, bikin adem kepala
Banyaknya ventilasi ditambah dengan desain busa seperti di atas membuat kepala saya tidak kegerahan saat riding di siang hari yang terik, padahal saya selalu memakai balaclava yang agak tebal untuk membungkus rambut dan bagian mulut saya.

Di Amerika Serikat, helm ini di kategorikan sebagai helm entry level untuk jenis dual sport. Bisa disebut sebagai helm pertama bagi rider yang akan serius di dunia pesepedamotoran. Ada juga yang menggunakan helm ini sebgai helm harian, dan menggunakan helm di level yang lebih tinggi untuk touring.


Review saya sebagai pemakai helm ini, helm ini sangat nyaman digunakan, fiturnya lengkap, bahannya nggak kelihatan murahan. Lumayan ringan untuk helm sejenis fullface. Saat hujan tidak ada air yang merembes masuk ke helm walaupun hujan turun sangat deras. Air juga nggak lama-lama menempel pada kaca, sehingga tidak perlu saya sampai mengelap kaca visor. Helm ini cukup mumpuni meredam kebisingan.

baru turun dari kapal
Kelemahannya, saat riding dengan kecepatan agak tinggi, kurang stabil menabrak angin, agak sedikit goyang, apalagi jika berkendara di belakang kendaraan yang lebih besar, semacam truk dan bis. Untungnya motor saya juga memakai limiter, pembatas kecepatan motor yang mumpuni juga, yaitu nyali saya. Saya nggak berani jalan terlalu kencang, motor pun paling banter 90-100km/jam. Tidak pernah lebih dari itu. Celah antara visor kaca dan pet lumayan besar, hingga suatu saat, saya melepas kaca visor untuk membersihkannya, terdapat capung hidup yang terperangkap di dekat baut pengunci pet dan visor, entah sejak kapan dia ada di sana.

Jenis helm ini masih dapat digunakan goggle, ada celah yang masih memungkinkan goggle tetap dapat dipakai walaupun visor ditutup.

visor masih dapat tertutup sempurana saat ber-goggle
Tetapi saya sengaja tidak membeli goggle, ngga ada nilai tambahnya, karena sudah ada visor yang menggantikan fungsi goggle.

2 komentar:

  1. blog yang menarik dan memberikan banyak informasi sekali mas.

    cukup senang membaca dengan bahasa penulisan dan detail dari topik yang sangat mudah dipahami :)

    jika boleh bertanya nih mas mengenai helm fly trekker

    kira2 beratnya berapa?
    nah saya juga pingin meminang helm ini, karena hobi touring juga, sebelumnya pakai helm cross dan google, kelamaan kurang nyaman. karena saya sendiri pemakai kacamata minus, tertarik dengan helm fly trekker ini. kesulitan kah saya memakai helm ini dengan kondisi saya pakai kacamata minus? dari segi kenyamanan dan demi keamanan :)

    sebenernya banyak produk seperti snail, GMX, acerbis tapi tau kenapa naksir sama fly trekker ini :)

    mohon reply ke email saya aja mas : fntnlwlsnty@gmail.com

    thanks reviewnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. berat di pengiriman sekitar 6 kg, tp jadi 11 kg-an karena di packing ulang JNE, kirim dari Amerika sana kondisi kerdus sudah hancur nggak bentuk lagi, akhirnya sama temen saya yang saya titipin beli di Ebay tadi di bungkus ulang

      kalau pake kacamata agak sempit di bagian samping mata, nggak tau kalo kacamata masbro gagangnya nggak besar, soale kacamata hitam saya gagangnya agak besar, pusing kalo pake kacamata kelamaan.

      Hapus