09 Mei 2012

Solo Night-Touring (2nd stage)

Hari berikutnya dari stage pertama (2 Mei 2012) saya jalan sore lagi. Selepas absen sore saya segera meluncur ke arah barat. Saya bermaksud merekam jejak dengan rute Pangkalpinang-Puding Besar-Sempan-Sungailiat.


Pangkalpinang Puding Besar jalanan agak rame karena pas jam pulang kerja. Sampai di Puding Besar yang berjarak 30 km-an dari Pangkalpinang sudah memasuki waktu maghrib. Tapi saya terus melajukan Jalibang memasuki jalanan sepi yang menembus hutan-hutan sawit. Banyak sekali hewan-hewan kecil beterbangan sesekali menghantam muka. tetapi kacamata saya lepas dan mata agak menyipit agar refleks mata menutup lebih cepat.

Ternyata jalan ini ramai orang pulang dari kebon. Rombongan keluarga membawa perbekalan pulang ke rumah berbonceng-boncengan. Saya agak mengebut melalui jalan ini, karena belum sholat maghrib, akhirnya saya sholat maghrib di Desa Sempan. Jarak Puding Besar sampai Desa Sempan sekitar 11 km-an.



Di persimpangan ini ada penanda jalan lurus ke Pangkalpinang belok kiri ke Sungailiat. Saya penasaran, tetapi tidak mau ambil resiko karena saya tidak tahu menembus ke mana arah Pangkalpinang itu. akhirnya selesai sholat saya mengeset GPS tracking di HP saya dan melaju ke Sungailiat.

Sampai Sungailiat saya penasaran menembus kemana jalan tadi. selepas sholat Isya di Sungailiat,saya pulang ke Pangkalpinang sambil mengira-ira jalan tembus Sempan tadi. Di Desa Riding Panjang ternyata ada penunjuk jalan ke desa Sempan, aha... ini dia rupanya.

Saya belokkan Jalibang ke kanan dan memasuki desa Jurung. Karena gelap, saya agak berhati-hati. Di sini, lagi-lagi saya menemukan spot yang mendebarkan hati. Pertama Selepas Desa Jurung di tikungan tajam ke kiri ternyata ada pekuburan masyarakat Tionghoa, sialnya lagi di tikungan tersebut ada lubang yang memaksa saya mengurangi kecepatan laju motor saya, perasaan saya tidak enak.

Spot kedua ada di tikungan juga, di sebuah tempat yang di samping kanan-nya berderet-deret pohon besar. Saya langsung menduga ada sebuah lapangan bola di dekat sekolahan di balik deretan pohon-pohon besar tadi, karena biasanya lapangan bola di suatu sekolahan bentuknya seperti itu, dipagari pohon-pohon besar.

Hawa berat berkumpul di sana, ternyata di seberang deretan pohon setelah tikungan tadi ada sebuah bangunan yang ternyata berada di tengah-tengah pekuburan muslim. Suasana gelap dan jalanan yang lengang menambah berat suasana di sana. Ditambah lagi bangunan itulah yang pertama kali saya tangkap setelah melewati belokan tadi, serr....., doa-doa saya panjatkan....

Perkampungan penduduk seperti menjauh dari saya, sudah beberapa lama saya belum menemukan perkampungan. Beberapa saat kemudian saya melihat bangunan tower, tapi kok lampunya tidak menyala. Tower BTS biasanya menyala merah berkelap-kelip, tower BTS pula yang menjadi pertanda bagi saya saat touring malam sebagai penunjuk ada perkampungan. Setelah saya melewati tower-tower yang tidak menyala tadi saya sedikit kecewa, ternyata bangunan tersebut kosong, ada beberapa rumah di sana, tetapi lampunya juga mati. Touring malam berikutnya baru saya tahu itu adalah stasiun pengamat cuaca milik pemerintah.

Dari sana ternyata masih agak jauh dari perkampungan, nama desanya Kimak, dari Kimak ke Sempan ternyata masih agak jauh lagi. Akhirnya saya sampai juga ke tempat sholat maghrib tadi. Saya mematikan GPS saya dan mengecek hasilnya, kira-kira perjalanan sejauh 11km-an dengan waktu 15 menitan.

Rute untuk pulang saya agak ragu-ragu. Kalau ke Sungailiat lagi jelas lebih jauh, apa lagi lewat Puding Besar. Akhirnya saya nekat lewat jalan tadi dengan menahan nafas karena jalanan menjadi semakin sepi karena malam semakin larut.

Perasaan was-was menyergap saya sepanjang jalan pulang, juga saat melewati perkuburan muslim dan berikutnya ke perkuburan Tionghoa. Sambil tetap berdoa, saya riding dengan agak cepat. Alhmdulillah berkat perlindungan ALLAH SWT tidak ada gangguan sekecil apapun sepanjang jalan pulang bahkan sampai Pangkalpinang.

Berikut link rute di atas, http://g.co/maps/rcyb8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar